Dalam suatu kuliah dengan mata ajar Komunikasi Dijital, dosen kami menerangkan tentang tanaman. Saat itu saya berpikir, apa hubungannya antara tanaman dengan Komunikasi Dijital?

Beliau memberikan contoh, tanaman yang ada disekitar landasan pesawat di bandara dapat tumbuh dengan subur. Begitu pula tanaman yang tumbuh di pinggiran jalan raya, juga tumbuh dengan subur. Ketika itu saya menganggap memang jenis tanamannya saja yang berbeda. Di pinggir jalan raya memang ditanam pohon yang tahan menghadapi angin dan cuaca ataupun panas mesin kendaraan yang lewat. Jadi tidak ada hubungannya dengan Komunikasi Dijital. (more…)

Pada posting sebelumnya saya pernah membahas tentang pengeblokan web-web tertentu oleh admin jaringan di kantor. Waktu itu yang saya jadikan contoh adalah www.facebook.com. Kali ini saya mau buka www.ikariam.org. Web ini adalah web games yang sudah agak lama saya mainin, cuma karena beberapa kesibukan belum sempet saya mainin lagi. Kangen setelah sekian lama nggak main, saya coba cek saja gimana keadaan kota virtual saya, masih baikkah?

Seperti biasa, webgame pasti diblok sama admin.

(more…)

Kemarin saya mendapat undian poin plus-plus dari Indosat dengan nominal hadiah Rp. 50 juta….

Terima kabarnya sih saya biasa aja, paling-paling cuma orang iseng mau coba nipu. Tapi begitu liat sender koq “INDOSAT” yak?

SE_1SE_2 (more…)

Setelah sebelumnya saya tulis sedikit tentang mudahnya melakukan enkripsi, sekarang saya tertarik untuk mencoba enkripsi yang lain lagi karena saya juga penasaran. Jatuhlah pilihan saya di RSA…. kenapa RSA? Selain bisa untuk enkripsi, RSA juga bisa digunakan untuk digital signature.. Koq bisa ya? ya iyalah, masa ya iya dong. Alasan lainnya sih beberapa waktu yang lalu ada mahasiswa yang coba berkonsultasi tentang koding RSA di J2ME. Mau ngak mau saya coba cari tahu tentang RSA itu…

Menurut Rinaldi Munir, RSA adalah algoritma kunci publik yang paling populer. Kunci publik? Apa lagi tuh? Maksudnya sistem Kripto yang menggunakan dua kunci yang berbeda tapi merupakan pasangan untuk enkripsi dan dekripsinya. Misalnya x adalah kunci untuk enkripsi dan y adalah kunci untuk dekripsi. Disebut kunci publik karena ada satu kunci yaitu kunci x yang sengaja di publikasi agar setiap orang bisa mengenkripsi, sedangkan kunci y hanya dipegang oleh pemiliknya saja untuk mendekripsi. Tambahan lagi, kunci-kunci tersebut tidak bisa saling bertukar pasangan. Ngak bisa pindah ke lain hati katanya… v^^ (more…)

Pagi-pagi datang ke kantor mau mafia war dulu ahh… eh ternyata pas mau login, di block Facebooknya… ohh tidakk.

Dulu juga pernah banyak pengeblokan, tapi itu dulu karena koneksi dikantor Cuma 2 MB dibagi berjamaah. Sedangkan kondisi sekarang, koneksi kantor sudah pindah provider dengan kapasitas 12 MB tapi kenapa facebook diblok juga ya? Emang makan bandwidth terlalu besar ya?

Atau takut karyawannya jadi ngak kerja??? Jadi sedih… (ngak sedih juga sih, biar dramatis aja) (more…)

Suatu kali pernah saya mengalami kesulitan ketika ingin menggunakan library Bouncy Castle untuk membuat aplikasi sekuriti (secure xxx, secure qqq, secure zzz, dst). Library Bouncy Castle ini dirilis oleh Legionare of Bouncy Castle yang menyediakan library untuk lingkungan pemrograman java, baik itu J2SE maupun J2ME. Mungkin pembaca yang lain juga pernah merasakan kesulitan yang sama. Buat yang belum punya bisa dunlod free dengan lisensi GPL di http://www.bouncycastle.org/latest_releases.html.

Aplikasi yang saya buat menggunakan bahasa java pada lingkungan J2ME. Ceritanya aplikasi tersebut akan diimplementasikan pada ponsel yang sudah mendukung Java MIDP dan CLDC. (more…)

Suatu ketika saya membuka halaman Detik.com tertanggal 16 April 2008. Diberitakan bahwa pakar keamanan komputer Budi Rahardjo mengatakan:

“Biasanya yang penting webnya jalan dulu, baru kemudian memikirkan masalah sekuriti lalu yang ketiga performa,” ujarnya kepada detikINET yang dihubungi via telepon, Rabu (16/4/2008).

Peryataan Pak Budi ini terkait dengan pertanyaan banyaknya situs-situs pemerintah yang di deface. Bahkan saking banyaknya, deface-mendeface situs sudah seperti jamur diantara tumpukan kayu lapuk. Tapi bukan ini yang saya soroti, karena memang saya tidak pandai dalam hal deface-mendeface. Tetapi yang saya soroti adalah masalah pernyataannya bahwa: Sekuriti nomor dua.

Sebelumnya saya pernah mengirim sebuah tulisan dalam sebuah lomba karya tulis ilmiah (meskipun tidak tembus final..:-D). Disitu saya sempat mengatakan bahwa “Security is number two”. Bukan ingin ikut-ikut Pak Budi, tapi memang hal ini sempat saya amati dan saya tanyakan ke beberapa user aplikasi sekuriti. Bahkan dalam suatu kunjungan ke UGM, pihak kampus sempat mengatakan bahwa penggunaan portal di kampus tersebut juga tidak menomor satukan sekuriti. (more…)