Umum


Kemarin saya mendapat undian poin plus-plus dari Indosat dengan nominal hadiah Rp. 50 juta….

Terima kabarnya sih saya biasa aja, paling-paling cuma orang iseng mau coba nipu. Tapi begitu liat sender koq “INDOSAT” yak?

SE_1SE_2

Saya coba save nomor pengirim ke contact, dan hasilnya begini…

SE_3

Sebelumnya saya sudah pernah coba setting GPRS dengan mengirim GPRS spasi SE spasi W200I ke nomor 3000. Dan karena command yang saya kirim salah, saya direply dengan cara menulis command yang benar.

Di situ juga tertulis pengirimnya adalah “INDOSAT”, dan ketika saya coba save nomor pengirim ke contact… ternyata beda satu digit dengan nomor pengirim yang pertama. Apa artinya ya…?? Benarkah Indosat? (tambah deg-degan nih)

SE_4SE_5

Karena ragu-ragu dan ingin tahu lebih, saya coba tanya mbah Gugel deh… nemu satu link di sini dan ternyata sudah banyak juga yang mengalami hal serupa dengan saya. Lengkaplah keyakinan saya kalo itu memang cuma iseng mau coba nipu..

Tercatat di link tersebut ada banyak nomor yang sudah pernah dipakai sebagai call center palsu Indosat, dan rata-rata nomor cantik semua. Mungkin sengaja dipesan supaya calon korban lebih yakin kalo itu memang Indosat… Kira-kira berikut ini beberapa nomernya (lengkapnya di sini) v^^

021-33221222/555, 021-91086222, 021-28957555, 02123925888/999, 021 28957555/666, 021 23775552, 021 23775553, 021-36260871, 021-30890551, 02132287222, 02132177388, 02123925888/999, 021-30897668, 02133409555, 02132704099, 021-33409555, 021-32704999.

Lebih hati-hati dan rasional aja yak… (Jadi inget dulu waktu ngoprek symbian c++ di nokia 6630 buat SMS).

Lemsanegwatch is down… i repeat lemsanegwatch is down…

Setelah sempat muncul beberapa lama, blog lemsanegwatch akhirnya down juga. Entah kenapa sang pembuat blog menutup blognya? Mungkin karena tekanan dari berbagai pihak yang tidak berkenan dengan konten blog tersebut.

Dalam beberapa postingnya yang sempat saya baca, blog ini menulis tentang lemsaneg dari sisi subjektif dan terkesan negatif. By the way bajay, di era kebebasan informasi seperti sekarang sah-sah aja sih mau menulis apa saja. Tapi menurut saya informasi yang disajikan juga harus melihat aspek nama baik seseorang dan didukung fakta-fakta yang valid. Jangan sampai salah-salah kata malah dianggap pencemaran nama baik. Dalam hal ini kalau memang lemsanegwatch ingin mengkritik institusi maka institusilah yang disebut, buka perorangan. Perorangan bisa saja disebut jika memang berbicara atas nama institusi. Yang kedua mungkin dalam hal kebijakan, tentunya harus ada perbandingan dengan kebijakan lain supaya bisa dilihat kelebihan dan kekurangan masing-masing kebijakan tersebut. Sehingga pembaca blog sendiri yang akan menilai apakah kebijakan itu “baik” atau tidak.

Ada pepatah arab yang mengatakan kalau ingin terkenal kencingilah sumur zamzam. Maksudnya adalah sesuatu yang kontroversi akan cepat diserap masyarakat dan tersebar luas. Setidaknya blog ini permulaannya sudah bagus dalam menarik perhatian umum. Kalo saja kontennya lebih diperhatikan tentu akan lebih menarik dan dapat mencapai tujuan blog itu sendiri kedepannya. Bukankah monitoring, watching dan sejenisnya seharusnya membawa dampak positif pada kinerja, semangat dan kesiapan?