Lemsanegwatch is down… i repeat lemsanegwatch is down…
Setelah sempat muncul beberapa lama, blog lemsanegwatch akhirnya down juga. Entah kenapa sang pembuat blog menutup blognya? Mungkin karena tekanan dari berbagai pihak yang tidak berkenan dengan konten blog tersebut.
Dalam beberapa postingnya yang sempat saya baca, blog ini menulis tentang lemsaneg dari sisi subjektif dan terkesan negatif. By the way bajay, di era kebebasan informasi seperti sekarang sah-sah aja sih mau menulis apa saja. Tapi menurut saya informasi yang disajikan juga harus melihat aspek nama baik seseorang dan didukung fakta-fakta yang valid. Jangan sampai salah-salah kata malah dianggap pencemaran nama baik. Dalam hal ini kalau memang lemsanegwatch ingin mengkritik institusi maka institusilah yang disebut, buka perorangan. Perorangan bisa saja disebut jika memang berbicara atas nama institusi. Yang kedua mungkin dalam hal kebijakan, tentunya harus ada perbandingan dengan kebijakan lain supaya bisa dilihat kelebihan dan kekurangan masing-masing kebijakan tersebut. Sehingga pembaca blog sendiri yang akan menilai apakah kebijakan itu “baik” atau tidak.
Ada pepatah arab yang mengatakan kalau ingin terkenal kencingilah sumur zamzam. Maksudnya adalah sesuatu yang kontroversi akan cepat diserap masyarakat dan tersebar luas. Setidaknya blog ini permulaannya sudah bagus dalam menarik perhatian umum. Kalo saja kontennya lebih diperhatikan tentu akan lebih menarik dan dapat mencapai tujuan blog itu sendiri kedepannya. Bukankah monitoring, watching dan sejenisnya seharusnya membawa dampak positif pada kinerja, semangat dan kesiapan?
